Kamis, 25 April 2013

HAKIKAT KARANGAN ILMIAH

| | 0 komentar

1.      Definisi dan Ciri-ciri
1)   Penulisan Ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah dan ditulis dengan metodologi yang benar.
Ciri-Ciri Penulisan Ilmiah :
·         Objektif
Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga, setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.
·         Netral
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok.
·         Sistematis
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya.
·         Logis
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
·         Menyajikan fakta
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta.

2)   Skripsi adalah karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan dan atau studi kepustakaan yang disusun mahasiswa sesuai dengan bidang studinya sebagai tugas akhir guna melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1).
Ciri-Ciri Skripsi :
·    Skripsi terarah pada permasalahan bidang keilmuan yang sesuai dengan program studi mahasiswa.
·    Ditulis atas dasar hasil pengamatan dan observasi lapangan atau penelaahan pustaka.
·         Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar

3)  Tesis adalah karya ilmiah jenjang pendidikan tinggi berdasarkan atas hasil penelitian pribadi di lapangan atau riset kepustakaan yang disusun oleh mahasiswa sesuai prosedur yang ditetapkan sebagai bagian kegiatan akademik Program Magister.
Ciri-Ciri Tesis :
·         Berisi gabungan rumus topik dan tujuan
·         Penekanan topik sebagai suatu pengungkapan pikiran
·         Pembatasan dan ketepatan rumusan
·         Berupa kalimat lengkap terdapat subjek dan predikat (objek)
·         Menggunakan kata khusus dan denotatif (lugas)
·    Berupa pernyataan positif-bukan kalimat tanya, bukan kalimat seru, dan bukan  kalimat negatif
·         Dapat mengarahkan, mengembangkan, dan mengendalikan penulisan
·         Dapat diukur dan dibuktikan kebenarannya

4)  Disertasi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa berdasarkan hasil penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam menyelesaikan Program S3.
Ciri-Ciri Disertasi :
·     Berfokus pada kajian mengenai salah satu disiplin Ilmu Pendidikan sesuai dengan bidang yang dipelajari.
·   Kajian berfokus pada penemuan baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara  mendalam.
·         Mengunakan data primer sebagai data utama, ditunjang oleh data sekunder apabila diperlukan.
·      Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa asing.

5)   Jurnal ilmiah adalah salah satu jenis jurnal akademik di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah secara periodik, ditulis oleh para ilmuwan peneliti untuk melaporkan hasil-hasil penelitian terbarunya.
Ciri-Ciri Jurnal Ilmiah :

·   Jurnal Ilmiah selalu diterbitkan secara berkala, terbit setiap tahun (dinyatakan dengan “Volume”) dan dalam setahun bisa terbit lebih dari satu kali (dinyatakan dengan “Nomer”.
·     Diterbitkan oleh lembaga penerbit atau institusi keilmuan (misal: Organisasi      Profesi, Perguruan Tinggi, Lembaga Riset, Penerbit, dll).
·    Struktur utama artikel adalah: Judul artikel, Nama Penulis, Abstrak, Isi,         Kesimpulan, Daftar Pustaka.

2.      Tahapan Penulisan Ilmiah
A.    Bagian Awal
Bagian Awal Terdiri Atas :
-          Halamam Judul
 Ditulis sesuai dengan cover depan standar Penulisan Ilmiah Universitas Gunadarma.
-          Lembar Pengesahan
Dituliskan Judul PI, Nama, NPM, Tanggal Sidang, Tanggal Lulus, dan tanda tangan pembimbing, coordinator PI, serta Ketua Jurusan.
-          Abstrak
Berisi ringkasan dari penulisan. Maksimal 1 halaman.
-          Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan ilmiah (a.I. Rektor, Dekan, Ketua, Jurusan, Pembimbing, Perusahaan).
-          Daftar Isi                          
-          Daftar Tabel                           Kalau Ada
-          Daftar Gambar
-          Daftar Lampiran

B.     Bagian Pokok

BAB I : PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
Bagian ini berisikan uraian/penjelasan yang berkaitan dengan fenomena-fenomena atau alasan-alasan yang mendasari mahasiswa/peneliti memilih atau tertarik untuk meneliti tema yang ditulis.
1.2  Rumusan dan Batasan Masalah
  Atas dasar latar belakang masalah yang telah di jelaskan sebelumnya, pada bagian ini mahasiswa peneliti mulai mengidentifikasi, membatasi dan selanjutnya merumuskan masalah yang hendak di teliti. Setelah rumusan masalah ada, mahasiswa/peneliti dapat menerhemahkan rumusan masalah tersebut dalam bentuk kalimat pertanyaan penelitian.
1.3  Tujuan Penelitian
  Bagian berisi tujuan penelitian yang hendak dicapai dan hal ini seharusnya mengacu kepada rumusan dan pertanyaan penelitian yang telah di buat sebelumnya.
1.4  Manfaat Penelitian
  Sedikit berbeda dengan tujuan penelitian, sub bab manfaat penelitian berisikan manfaat penelitian yang dapat diperoleh dari penelitian yang dilakukan mahasiswa atau peneliti tersebut.
1.5  Metode Penelitian
      Bagian berisikan tentang bagaimana karya ilmiah, penelitian akan dilakukan. Poin – poin penting dalam bagian ini adalah :
 1.5.1 Objek Penelitian
 1.5.2 Data atau variabel
 1.5.3 Metode pengumpulan data atau variabel
 1.5.4 Hipotesis
 1.5.5 Alat analisi yang digunakan
1.6  Agenda Penelitian
  Bagian ini hanya ada selama mahasiswa atau peneliti masih dalam tahap pengajuan UP (Usulan Penelitian), dan dihilangkan dalam penulisan format PI selanjutnya.

BAB II : LANDASAN TEORI

2.1     Kerangka Teori
Bagian ini berisikan berbagai pengertian mahasiswa/peneliti masih dalam tahap pengujian UP (usulan penelitian), dan dihilangkan dalam penulisan format PI selanjutnya.
2.2     Kajian Penelitian Ilmiah
Bagian ini berisikan kajian mahasiswa/peneliti terhadap hasil-hasil penelitian yang memiliki kesamaan topik atau variabel dengan topik atau variabel yang sedang dan akan diteliti oleh mahasiswa/peneliti.
2.3     Alat Analisis
Bagian berisi penjelasan rinci (rumus, formulasi, langkah-langkah perhitungan, dsb.) mengenai berbagai analisis deskriptip dan kuantitatif yang akan digunakan dalam analisis masalah/pembahasan.

BAB III : METODE PENELITIAN (lihat sub-bab 1.5. dalam Bab I)
2.1     Objek Penelitian
3.2  Data/Variabel Yang Digunakan
3.3  Metode Pengumpulan Data
3.4  Hipotesis
3.5  Alat Analisis Yang Digunakan

Bab III ini dibuat untuk memberikan ruang yang lebih luas lagi bagi mahasiwa/peneliti dalam menguraikan dan menjelaskan metode penelitian yang akan digunakan, sementara keberadaan sub-bab 1.5. terlalu ringkas, khususnya untuk materi-materi penelitian dengan menggunakan data primer dan melakukan survey.

BAB IV : PEMBAHASAN
            4.1 Data dan Profile Objek Penelitian
            Bagian berisikan Data dan Profile singkat objek penelitin.
4.2 Hasil Penelitian dan Analisis/Pembahasan
Dalam bagian ini, mahasiswa/peneliti mulai menyajikan data dan hasil penelitian dan mulai menganalisis secara deskriptif (dengan table, grafik, flow dan sejenisnya) serta mengkombinasikannya dengan analisis kuantitatif yang telah di sebutkan dibagian sub-bab 1.5.5
4.3 Rangkuman Hasil Penelitian
Berbeda dengan kesimpulan, bagian ini berisi rangkuman hasil penelitian yang umumnya dapat disajikan dalam table ringkasan hasil.

BAB V : PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Bagian ini berisikan kesimpulan dari hasil penelitian mahasiswa/peneliti, yang pada prinsipnya merupakan jawaban dari pertanyaan penelitian yang ada.
5.2 Saran
Isi yang ada pada bagian ini harus diprioritaskan pada saran terhadap butir-butir kesimpulan yang ada.
5.3 Keterbatasan Penelitian (optional)
Untuk beberapa kasus materi penelitian dan mungkin juga mahasiswa, bagian ini dapat digunakan untuk menyampaikan berbagai keterbatasan yang ada dalam penelitian.

C.    Bagian Penelitian
-          Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majala, dll), yang digunakan dalam penulisan.
-          Daftar Simbol
Berisi deretan symbol-simbol yang digunakan dalam penulisan, lengkap dengan keterangannya.
-          Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, program, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik, atau table, yang merupakan penjelasan rincidari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.
Sumber :
leer más...

Jumat, 15 Maret 2013

Penalaran Deduktif Induktif

| | 0 komentar

PENGERTIAN PENALARAN Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empiric) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan berbentuk proposisi-proposisi yang sejenis,berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar,orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui.proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi Ada dua metode dalam penalaran,yaitu: 1. DEDUKTIF Penalaran deduktif dibidani oleh filosof Yunani Aristoteles merupakan penalaran yang beralur dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum menuju pada penyimpulan yang bersifat khusus. Sang Bagawan Aristoteles (Van Dalen:6) menyatakan bahwa penalaran deduktif adalah, ”A discourse in wich certain things being posited, something else than what is posited necessarily follows from them”. pola penalaran ini dikenal dengan pola silogisme. Pada penalaran deduktif menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Corak berpikir deduktif adalah silogisme kategorial, silogisme hipotesis, silogisme alternatif. Dalam penalaran ini tedapat premis, yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan. Untuk penarikan kesimpulannya dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Penarikan kesimpulan secara langsung diambil dari satu premis,sedangkan untuk penarikan kesimpulan tidak langsung dari dua premis. Contoh : - Laptop adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi -DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi kesimpulan ---> semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi CIRI-CIRI : - Kalimat utama ada di awal paragraph - Kalimat disusun dari pernyataan umum yang lantas disusul dengan penjelasan 2. INDUKTIF Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk manari kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sentara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum. Contoh : Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan Kesimpulan: semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. CIRI-CIRI: - kalimat utama berada di akhir paragraph. - kalimat disusun dari uraian/penjelasan bersifat khusus diikuti dengan kalimat pernyataan umum Sumber: http://genryusai.wordpress.com/2012/03/09/pengertian-penalaran/ http://rachmawatinadya.blogspot.com/2011/10/pengertian-penalaran-dan-macam-macam.html http://www.naylacorp.com/2012/09/contoh-paragraf-deduktif.html http://irpantips4u.blogspot.com/2012/03/penalaran-induktif-dan-deduktif.html http://adehamdani.blogspot.com/2011/10/macam-macam-penalaran.html http://monananya.blogspot.com/2010/03/pengertian-penalaran-induktif-penalaran.html http://edansob.blogspot.com/2011/04/pengertian-ciri-ciri-dan-contoh-dari.html
leer más...

Selasa, 04 Desember 2012

Faktor demografi dalam memilih gadget

| | 0 komentar

Sudah hal umum bahwa factor demografi diperlukan pada saat kita akan membeli barang, misalnya dalam hal membeli gadget. Di sini saya sebagai perempuan yang mempunyai status sebagai mahasiswi lebih memilih gadget yang di dalamnya terdapat fitur-fitur yang menarik serta memiliki designe yang simple sesuai dengan usia saya yang masih terbilang muda . Di sini saya memilih untuk membeli handphone blackberry karena fitur-fitur yang menarik serta handphone ini juga sedang trend di masyarakat. Sisi positif di handphone blackberry ini bukan hanya karena fitur-fitur yang yang terdapat di dalamnya ataupun karena handphone ini sedang trend, tetapi saya juga memilih handphone blackberry ini agar mempermudah saya dalam hal mencari bahan-bahan tugas yang diberikan kepada saya. Handphone blackberry ini sekarang sudah tersedia dimana-mana dengan harga yang cukup terjangkau, dengan menggunakan handphone blackberry ini komunikasi saya dengan teman-teman saya jadi lebih mudah dan menyenangkan.
leer más...

Selasa, 06 November 2012

Tugas Softskill 2

| | 0 komentar

leer más...

Senin, 05 November 2012

Prilaku Konsumen

| | 0 komentar

leer más...

Sabtu, 03 November 2012

tugas

| | 0 komentar

leer más...

Senin, 15 Oktober 2012

Mengapa Perusahaan Melakukan Segmentasi Pasar

| | 0 komentar



PENDAHULUAN

Segmentasi Pasar Membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah.
Segmentasi pasar adalah sebuah metode bagaimana memandang pasar secara kreatif. Kita perlu secara kreatif mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yang muncul di pasar (Hermawan Kertajaya). Segmentasi pasar sangatlah penting di dalam bisnis dan pemasaran. Walaupun kita tidak boleh mengiris-iris pasar terlalu kecil, segmentasi pasar tetaplah suatu hal yang harus dipelajari dalam membangun usaha. Peranan segmentasi dalam marketing :
1.    Memungkinkan kita untuk lebih fokus masuk ke pasar sesuai keunggulan kompetitif perusahaan kita.
2.    Mendapatkan input mengenai peta kompetisi dan posisi kita di pasar.
3.    Merupakan basis bagi kita untuk mempersiapkan strategi marketing kita selanjutnya.
4.    Faktor kunci mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut unik dan cara yang berbeda.


 PEMBAHASAN

Mengapa menggunakan segmentasi pasar?

Segmentasi pasar adalah cara yang efektif untuk meningkatkan efektivitas pemasaran Anda, dibandingkan jika Anda melakukan pemasasaran dengan cara yang sama untuk seluruh target pasar Anda.
Segmentasi pasar melibatkan membagi potensi pasar untuk suatu produk ke dalam kelompok orang yang memiliki kebutuhan yang sama, dan kemudian mengatasi kebutuhan ini secara terfokus.

Manfaat dan Kelemahan Segmentasi
Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai
motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.


Memenuhi Kebutuhan Pelanggan Dengan Lebih Baik

Anda dapat memenuhi kebutuhan pelanggan lebih baik dengan segmentasi pasar. Meskipun Anda sedang menjual produk dasar yang sama untuk semua segmen, Anda dapat mengembangkan paket add-on produk dan layanan untuk setiap kelompok yang berbeda.
Anda juga dapat mempertimbangkan strategi untuk segmen pasar Anda. Ketika Anda telah memutuskan bagaimana segmen pasar mana yang Anda inginkan, maka Anda dapat merancang strategi pemasaran yang tepat untuk setiap segmen.

Menentukan Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar sebagai landasan untuk menentukan strategi marketing harus memiliki kriteria sebagai berikut:
1.Mudah Diakses
Dapatkah Anda mencapai segmen melalui biaya komunikasi yang efektif dan praktis termasuk alur distribusi?
2.Terukur
Dapatkah Anda memperkirakan ukuran segmen sehingga Anda dapat mengalokasikan sesuai anggaran pemasaran?
3.Substansial
Apakah segmentasinya besar dan cukup tahan lama untuk membenarkan kegiatan pemasaran sendiri?
4.Layak
Dapatkah orang-orang dalam segmen membeli produk Anda dan mereka melihat keuntungan yang jelas dan diinginkan dibandingkan dengan produk lainnya atau jasa?
Segmen yang mewakili proporsi kecil dari pasar secara keseluruhan dikenal sebagai ceruk pasar (niche market). Niche pemasaran ini umumnya paling efektif ketika harga produk sangat tinggi atau ketika pasar sangat besar. Di niche market dengan pasar yang sangat besar ini, segmen yang mewakili hanya 2% dari total pasar mungkin cukup besar untuk mempertahankan bisnis

Dasar Umum Segmentasi Pasar

Ada empat dasar umum untuk segmentasi pasar Anda:
1.Geografis: Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
2.Demografi: Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan
misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya..
3.Psikografis : Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya
.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
4.Perilaku: Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.

Contoh Segmen Pasar

Segmen pasar harus selalu berbeda satu sama lain namun orang-orang dalam setiap segmen harus sama dengan cara yang relevan.
Sebagai contoh misalnya user gaming computer (komputer-permainan) dan desainer grafis. Pengguna komputer untuk bermain game ingin membeli komputer dengan dengan kemampuan grafis berkualitas tinggi dan waktu proses cepat. Sedangkan desainer grafis, di satu sisi akan mencari sebuah mesin yang dapat menangani file grafis besar dan membiarkan mereka beralih dari satu aplikasi ke aplikasi lain dengan cepat.
Pada kenyataannya, kebutuhan mereka dapat dipenuhi oleh produk yang sama. Tetapi karena Anda selalu harus fokus pada manfaat daripada fitur ketika mempromosikan produk. Kedua kelompok harus diperlakukan sebagai segmen pasar yang berbeda. Anda akan menekankan kemampuan gaming computer untuk satu kelompok, dan kemampuan grafis desain untuk kelompok lainnya.
Ini adalah dasar untuk segmentasi, karena tiap individu pada masing-masing kelompok akan memiliki kebutuhan yang sama.


 KESIMPULAN
  • Segmentasi pasar adalah membagi target market Anda ke dalam beberapa group dimana masing-masing bagian di dalam group ini akan merespon produk/jasa Anda dengan cara yang hampir sama.
  • Segmentasi pasar konsumen adalah berdasarkan geografi, demografi, faktor psikografis dan perilaku.
  • Agar bermanfaat, segmen pasar harus dapat diakses, terukur, substansial dan layak.
  • Segmentasi pasar bertujuan untuk membuat pemasaran Anda lebih efektif, dan juga dapat membantu Anda melayani kebutuhan pelanggan Anda lebih baik.

leer más...

Pengikut

About Me

Depok, Jawa Barat
Just a simple girl... ;)
 
 

Diseñado por: Compartidísimo
Con imágenes de: Scrappingmar©

 
Ir Arriba